Tuesday, May 2, 2017

BPS Papua: Jumlah penumpang angkutan laut meningkat

Jayapura, Jubi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Maret 2017 meningkat 42,12 persen dibanding bulan sebelumnya atau dari 5.337 orang menjadi 7.585 orang.

"Dilihat menurut pelabuhan, jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Jayapura tercatat 6.372 orang, meningkat 52,29 persen dibanding bulan sebelumnya," ujar Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Papua Bambang Ponco Aji, di Jayapura, Selasa (2/5/2017).

"Begitu pula di Pelabuhan Merauke, jumlah penumpang yang berangkat meningkat 5,20 persen, yaitu dari 1.153 orang pada Februari 2017 menjadi 1.213 orang pada April 2017," sambungnya.

Ia menuturkan, jika dikumulatifkan, jumlah penumpang angkutan laut pada Januari-Maret 2017 adalah 24.694 orang atau turun 7,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penurunan tersebut dipengaruhi adanya penurunan kumulatif jumlah penumpang di Pelabuhan Jayapura yang berkurang sebanyak 2.548 orang atau 11,53 persen," kata dia.
Bambang menambahkan, untuk jumlah penumpang yang datang menggunakan angkutan laut dalam negeri pada Maret 2017 sebanyak 9.848 orang atau meningkat 28,01 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Sebagian besar penumpang yang datang masuk melalui Pelabuhan Jayapura, jumlahnya mencapai 8.849 orang, angka tersebut mengalami peningkatan hingga 32,05 persen dibanding Februari 2017 yang hanya 6.701 orang,” katanya. (*)

Wednesday, April 26, 2017

Batik Air Masuk Manokwari, Bupati : Bandara Sudah Harus Dikembangkan

Maskapai Penerbangan Batik Air

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Maskapai penerbangan Batik Air akan melayani rute penerbangan Manokwari-Jakarta. Peluncuran perdana akan dilakukan pekan ini.

Semua persiapan sudah disiapkan oleh pihak maskapai tersebut dan siap melayani masyarakat Manokwari.

Menanggapi hal ini, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengatakan, dengan masuknya Batik Air di Manokwari tentu saja perlu ditunjang dengan bandara yang sesuai standar.

“Batik Air masuk Manokwari 29 April 2017, dengan ini maka kita harus kembangkan bandara ke depan terutama perpanjangan bandara,” ujar bupati Manokwari, belum lama ini.

Terkait pembebasan lahan, bupati menuturkan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30miliar. “Pemda Manokwari siapkan Rp 30 miliar, kita lihat pembebasan lahan sampai dimana. Kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tuturnya.

Setelah penyerahan DPA, orang nomor satu di Manokwari ini mengatakan telah membentuk tim penilai untuk menilai pembebasan lahan ini.

“Sudah ada tim penilai nanti mereka menentukan dengan anggaran Rp 30 miliar pembebasan lahan sampai dimana apakah polisi tidur tiga belas atau lewat,” ucap bupati.

Ia juga menambahkan anggaran Rp 30 miliar yang disiapkan untuk pembebasan lahan, termasuk tanah dan bangunan yang telah didirikan serta tanaman.
Pesawat Batik Air yang terbangkan ke Manokwari adalah jenis boing 737 seri 400-500. Layanan penerbangan akan dilakukan setiap hari. (ACS)

Monday, April 24, 2017

HomeOtonomiDishub Papua bangun komunikasi dengan operator penerbangan Senin, 24 April 2017 — 12:54 317x views Dishub Papua bangun komunikasi dengan operator penerbangan

Ilustrasi Penerbangan di Papua - IST
Jayapura, Jubi - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua terus membangun komunikasi dengan operator penerbangan yang beroperasi di Bumi Cenderawasih. Hal ini dilakukan untuk mendapat pelayanan penerbangan yang maksimal.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D Ambrauw mengaku belum lama ini pihaknya telah bertemu dengan operator penerbangan untuk mendengar langsung apa yang menjadi masukan dan perlu ditingkatkan.

"Jadi dalam pertemuan kami membangun komunikasi dengan operator penerbangan, selain itu mereka menyampaikan informasi program kerja di tahun 2017, hal ini tentu berkaitan dengan optimalisasi pelayanan penerbangan di Papua," kata Reky kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Menurut ia, pihaknya juga telah meminta agar operator penerbangan di Papua untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua, terutama dalam turut serta membantu mempromosikan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

"Kita ketahui, transportasi utama di Papua 80 persen menggunakan pesawat, untuk itu kami berharap ke depan operator penerbangan bisa bersinergi dengan pemerintah provinsi Papua dalam melayani masyarakat," ucapnya.

Disamping itu, ujar ia, pihaknya juga mengharapkan dukungan dari operator penerbangan untuk pelaksanaan PON 2020, meski masih menyisakan beberapa tahun, tetapi dirinya menilai bisa diprogramkan oleh operator penerbangan terutama menyangkut promosi.

"Ya, kami harapkan dukungan dari operator penerbangan untuk pelaksanaan PON di Papua, kami juga membicarakan waktu penerbangan karena tentu pada saat PON nanti, penerbangan di Papua meningkat drastis," kata Reky.

Sementara itu, General Manager Adventist Avition Indonesia, Moldy Mambu menilai, langkah Pemerintah Provinsi Papua dalam penyelenggaraan PON 2020 cukup positif, terutama untuk menggelorakan olahraga di Papua.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya pada prinsipnya siap mendukung penuh. Seperti pemasangan logo di pesawat, serta promosi PON.

"Saya pikir kita sepakat karena ini demi penyelenggaraan PON di Papua," kata Moldy.

Hal yang sama juga disampaikan Garry Robert, seorang pilot penerbangan Adventist Avition Indonesia yang menilai langkah positif Pemerintah Provinsi Papua harus mendapat dukungan yang serius dari setiap operator penerbangan.

"Tentu kami juga akan membantu, apalagi penerbangan ini sudah membantu banyak masyarakat Papua, terutama untuk melayani pasien di daerah-daerah terpencil di Papua," tutupnya. (*)