Friday, August 19, 2016

AMA Angkut Gratis 131 Orang Sakit Di Pedalaman

Jayapura, Jubi – Sepanjang 2015-2016 maskapai penerbangan Associated Mission Aviation (AMA) telah mengangkut 131 orang sakit secara gratis dari pedalaman Jayapura maupun sebaliknya.
Kepala Bidang Kesektariatan Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Alexander Krisifu mengatakan, kerja sama antara AMA dengan Dinas Kesehatan Papua itu berkat dorongan UP2KP.

Selain AMA, Dinas Kesehatan Papua juga bekerja sama dengan Mission Aviation Fellowship (MAF), maskapai penerbangan Advent dan Yajasi.

“Sepanjang 2015-2016 maskapai penerbangan AMA mengangkut 131 orang sakit secara gratis, sementara pengantar atau keluarga pasien yang mendampingi sepanjang dua tahun itu sebanyak 110 orang,” kata Alexander di Jayapura, Jumat (19/8/2016).

Alexander menjelaskan, pada 2015 AMA mengangkut 16 orang sakit, selanjutnya di 2016 ini jumlah orang sakit yang diangkut meningkat tajam menjadi sebanyak 115 orang, sehingga total 131 orang.

Pada 2015 pengantar atau keluarga yang mengantar pasien 10 orang dan 2016 sebanyak 110 orang. Dengan demikian jumlah total pengantar dari keluarga pasien 110 orang.

Maskapai penerbangan Advent pada 2015 belum mengangkut pasien maupun keluarga pengantar. Namun 2016 maskapai milik advent mengangkut empat orang sakit dan satu orang pengantar.

Selanjutnya, maskapai penerbangan Yajasi pada 2015 mengangkut tiga orang sakit. Pada 2016 jumlah orang sakit yang diangkut 17 orang. Jumlah total orang sakit yang diangkut 20 orang.

“Pada 2015 keluarga yang mengantar orang sakit ikut maskapai penerbangan Yajasi dua orang, 2016 keluarga yang mengantar orang sakit enam orang,” ujarnya.

Kemudian, MAF sejak 2015 tidak ada orang sakit yang diangkut. Pada 2016 sebanyak empat orang sakit. Keluarga orang sakit yang mengantar selama dua tahun itu yang terdata satu orang.

Data pelayanan penerbangan yang diperoleh itu, katanya, hasil monitoring atau pengawasan yang dilakukan terhadap tindak lanjut dari kerja sama antara Dinas Kesehatan Papua dengan empat maskapai penerbangan milik misionaris.

Pada Mei 2015 Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp3,5 miliar kepada empat maskapai misionaris sekaligus menandatangani kerja sama dengan empat maskapai penerbangan tersebut.

“Kerja sama dengan empat maskapai ini untuk mendukung pelayanan kesehatan di Papua, khususnya mengangkut pasien atau jenazah dari pedalaman ke kota ataupun dari kota ke daerah pedalaman terpencil,” kata Aloysius Giyai, kepala Dinas Kesehatan Papua.(*)

No comments:

Post a Comment