Monday, August 8, 2016

Ini Penyebab Harga Tiket Pesawat ke Jayapura Mahal

JAYAPURA, KOMPAS.com - Warga mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat ke wilayah di luar Papua ke Jayapura selama beberapa hari ini. Harga tiket bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 10 juta.

Jems Alpius (38), salah seorang warga, mengaku membeli tiket dari Jakarta ke Jayapura dengan harga Rp 7 juta. Padahal, biasanya harga tiket dari maskapai tersebut sekitar Rp 5 juta untuk rute Jakarta-Jayapura.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Djuli Mambaya ketika dikonfirmasi pada Minggu (7/8/2016) mengatakan, tingginya harga tiket pesawat ke Jayapura diduga karena adanya permainan oknum di agen travel.

Selain itu, lanjut Djuli, masalah ini juga merupakan kesalahan pembeli karena tak membeli tiket dari agen resmi.

Kemungkinan besar pembeli mendapatkan tiket dengan harga tinggi dari oknum calo yang ingin meraup keuntungan pada momen-momen tertentu.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 126 Tahun 2015 telah menetapkan batas atas untuk pesawat jenis jet dari Jakarta ke Jayapura dengan jarak 4.014 kilometer mencapai Rp 6,3 juta. Apabila ada warga yang telah membeli tiket dengan harga mahal, berarti aturan ini telah dilanggar," kata Djuli.

Djuli mengatakan telah menggelar dua kali pertemuan dengan sejumlah maskapai penerbangan untuk membahas antisipasi tingginya harga tiket pesawat di Papua.

"Kami berharap warga segera melapor ke Dinas Perhubungan Papua apabila ada temuan harga tiket yang tak sesuai dengan regulasi. Kami akan memanggil maskapai tersebut untuk meminta klarifikasi dari mereka," tutur Djuli.

Sementara itu, General Manajer Garuda Indonesia Wilayah Jayapura Wahyudi Kresna menyatakan akan menindak tegas apabila ada agen yang menjual harga tiket pesawat maskapainya melebihi batas atas yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejauh ini, kata Wahyudi, pihaknya belum mendapatkan keluhan dari langganan Garuda karena tingginya harga tiket pesawat.

"Kami tetap berpegang teguh pada peraturan dengan harga tertinggi mencapai sekitar Rp 6 juta. Sebanyak 50 agen Garuda di Papua juga menjual tiket sesuai regulasi tersebut," kata Wahyudi.

Ia mengakui bahwa salah satu penyebab tingginya harga tiket karena minimnya slot penerbangan di Papua.

Garuda, misalnya, hanya mendapat jatah enam kali penerbangan di Papua per hari. Padahal, jumlah penumpang yang hendak bepergian dari Papua atau luar daerah ke Papua sangat tinggi

1 comment:

  1. Harga tiket mudah dinaikkan, pertama karena penumpang tidak tahu harga tiket yang sebenarnya. Kedua karena ketamakan para agen tiket yagn menginginkan lebih dari porsi agen. Ketiga karena akhlak di dalam masyarkat itu sendiri sudah bobrok sehingga sulit kita tahu di mana letak penipuan. Kalau semua mau ke surga, sebenarnya hal-hal ini tidak akan pernah terjadi.

    ReplyDelete