Thursday, September 29, 2016

Mngapa harga tiket pesawat ke Jayapura lebih Mahal daripada Harga Tiket Pesawat dari Jayapura?

Saya selalu bertanya-tanya dalam hati, saat saya membeli tiket atau membantu orang lain membelikan tiket di berbagai layanan kami, "Mngapa harga tiket pesawat ke Jayapura lebih Mahal daripada Harga Tiket Pesawat dari Jayapura?"

Bahkan sekali waktu pernah tembus sampai Rp. 24.000.000,- (Terbilang: Duapuluh Empat Juta Rupiah), harga yang hampir sama dengan terbang dari Jayapura ke Los Angeles, Amerika Serikat PP (pergi- pulang).

Untungnya yang bayar waktu itu pejabat pemerintah Provinsi Papua, secara khusus Sekda Provinsi Papua. Kalau saya, Jhon Yonathan Kwano, saya mengaku terus-terang, lebih baik tidak usah berangkat daripada pada sekian itu.

Pada waktu siaran ini disampaikan saya melakukan pencarian di berbagai tempat layanan kami.

Kami puna agen penjualan tiket cukup luas di Tanah Papua, mulai dari agen tiket.com di tiketpapua.com, agen bebasbayar.com, di bebasbayarp.papua.ws, agen papua.click, sampai agen pembanding harga tiket online, mirip dengan yang dikerjakan traveloka.com di www.terbangmura.com, jalanjalan.top, compareflightsandhotels.com dan tiket.papua.ws

Semua agen ini melaporkan, pada hari, dengan kode penerbangan yang sama, bahwa penerbangan ke Jayapura dari Jakarta secara khusus, dan penerbangan dari Yogyakarta ke Jayapura kedua-duanya sangat, dan sangat mahal. Sementara untuk penerbangan dari Jayapura ke Jakarta dan Jayapura ke Yogyakarta harga tiketnya masih masuk akal, walaupun memang lebih mahal daripada hari-haris sebelumnya.

Pada waktu itu memang ada masalah sedang terjadi. Pertama Gubernur Provinsi Papua sedang melakukan tatap muka dengan Gubernur D.I. Yogyakarta terkait dengan penganiayaan dan pengusiran mahasiswa Papua di Asrama Papua Yogyakarta dan berdampak mahasiswa Papua memutuskan untuk pulang ke Tanah air. Kedua terkait dengan cara mendeska Lukas Enembe yang kami rasa memang cukup mengganggu tata-kerama orang Jawa, karena beliau datang berhadapan dengna Raja Jawa dengan cara-cara orang Papua. Ketiga, karena Gubernur Papua harus secepatnya pulang karena beliau harus menjadi Inpspektuf Upacara pada 17 Agustus 2016.

Saya pernah merasa lucu aja, kok bisa ya?