Sunday, April 9, 2017

Gubernur Minta Operator Penerbangan Siapkan Pilot Orang Asli Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Ketua DPRP Yunus Wonda dan Plt.Kadis Perhubungan Djuli Mambaya saat membuka rapat bersama operator penerbangan/Foto:Andi Riri
Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Ketua DPRP Yunus Wonda dan Plt.Kadis Perhubungan Djuli Mambaya saat membuka rapat bersama operator penerbangan/Foto:Andi Riri

JAYAPURA, – wartaplus - Gubernur Papua, Lukas Enembe SIP.MHmeminta  setiap operator penerbangan di Papua membantu satu atau dua Putra Asli Papua untuk bersekolah Pilot. Ini dikatakan Gubernur saat memberikan sambutan dalam Rapat antara Pemerintah Provinsi Papua bersama Operator Penerbangan, di Sasana Karya, kantor Gubernur Dok II Jayapura, Jumat (20/5) siang.

Selain itu, kata Gubernur, operator penerbangan juga harus menyiapkan kader pilotnya yang merupakan putra asli Papua. Sebab selama ini banyak keluhan dari mereka, terkait karir yang stagnan atau tidak berkembang.”Saya minta operator penerbangan menyiapkan satu atau dua putra asli Papua untuk jadi pilot atau kapten,”pinta Gubernur.

Diungkapkan, keluhan luar biasa datang dari pilot Papua yang bekerja di sejumlah maskapai penerbangan perintis yang melayani penerbangan ke wilayah pedalaman. Mereka sudah terbang sampai 300 jam tapi tidak bisa jadi kapten atau tidak bisa menerbangkan pesawat berbadan lebar . “Harus siapkan kader untuk jadi kapten, kasih mereka tugas. Jangan terjadi seperti dulu lebih  20 tahun jadi pilot  tapi karirnya tidak berkembang. Ini kita harus tahu masalahnya apa atau syaratnya untuk menjadi kapten pilot itu apa,” ujar Gubernur Lukas seraya mencontohkan, seperti pilot putra asli Papua yang bertugas di maskapai penerbangan Trigana Air Service maupun MAF.

Sementara itu terkait berbagai peraturan penerbangan yang telah ditetapkan oleh masing masing operator, Gubernur meminta setiap kebijakan yang dibuat itu setidaknya harus sejalan dengan visi misi Gubernur yakni Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera. Artinya, operator penerbangan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua. “Wilayah ini diatur oleh pemerintah Papua. Jadi setiap operator harus tunduk dan taat terhadap peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Ketua DPRP, Yunus Wonda mengklaim, saat ini ada kurang lebih 78 putra Papua yang menjadi pilot di luar negeri. “Di Trigana memang ada beberapa pilot yang mengeluh, mereka merasa karirnya disitu situ saja. Ini yang harus kita tahu masalahnya dimana. Kalau memang butuh biaya lagi, kami pemerintah punya uang untuk pembiayaan itu,”kata Yunus.
Manager PT Trigana Air Service, Budiono mengungkapkan, saat ini ada lima putra Papua yang bekerja sebagai pilot Trigana, dan dua lainnya sedang mengikuti training untuk jabatan Kapten. [Andi Riri]

No comments:

Post a Comment